Apa yang tengah Tuhan rencanakan
Sejenak menyatukan dua insan
Lalu menciptakan batas diantaranya
Ini bukan perihal jarak yang menyita
Tapi rindu yang menyiksa
Ku dihiasi wajahmu yang selalu menari
Menenangkan
Kapan otakku bisa selaras dengan hati
Bahwa kamu benar-benar nyata
Namun terkadang bagai ilusi ditelan lara
Jemari ku sesaat ingin meraih
Sampai akhirnya aku terhenti
Mataku tak sadar dibuat perih
Haruskah aku tertatih?
Tapi aku hanya mencintai
Ingin kuteriaki rindu
Yang seakan merengkuh
Tak berhenti mengeluh
Dan bisa saja membunuh
Jangan biarkan aku berharap
Tapi biarkan aku percaya
Akan kamu yang menenangkan
Dan datang dengan beribu kenyataan
~anmh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar