Aku tahu akan apa yang kamu katakan, dimana harus aku berjuang sendiri tanpa dirimu. Yah aku tahu dirimu sudah jauh berada di depanku, tidak seperti dulu lagi saat aku berada di depanmu, kamu yang begitu berjuang mendapatkan diriku tapi aku tak pernah membukakan pintu itu walau dirimu sudah mendapatkan kuncinya tetap saja aku berjaga dan berkata "jangan pernah melangkah maju" apakah aku yang terlalu bodoh untuk tidak mengetahui semua perjuanganmu selama ini? ataukah rasa ini baru saja ada saat kamu sudah menyerah akan diriku, ataukah aku hanya tak ingin mengakuinya walau memang rasa itu sudah ada saat dulu. but it's too late aku telah jatuh di dasar jurang sekarang saat hendak mengejarmu, aku begitu bodoh tentang cintamu apakah bisa kembali seperti dulu? atau dapatkah kita menguasai waktu dan memutarnya kembali? aku tak pernah mengira semua akan seperti ini hujan pun tak turun ketika ku menginginkanmu, akupun tak bisa lagi berteriak menyebut namamu tidak seperti dulu, kita selalu mengingat akan masa depan, dan baru ku sadari masa depanku tak bisa bersamamu lagi, karena ku tahu janji itu takkan bisa lagi kamu tepati bersamaku tetapi bersama dirinya, maaf untuk mengucapkan selamat tinggal yang begitu sakit terhadapmu, maybe you would consider myself the same as the others, not speacial anymore. but I'm sorry, I can't forget you.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar