>

Kamis, 24 Januari 2019

Di huni rindu

Petang akhirnya menginjak bumi.
Sebuah telfon yang tak kunjung mengerik.
Lalu mendiami rindu dengan betah.
Acuh bilamana terpukau, sepatutnya harus.

Bak sembunyi di punggung jam.
Paham detik-detik tak karuan.
Mengembarinya? Tidak, ini persis lagi.
Karena betah mendengarnya.

Detik mengawali rindu.
Detik menempati ruang sesak.
Dengan ringkik telfon, tepat waktu.
Mendapati senyum, menguras malam.

~anmh~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar