Mengapa indah dunia dahulu membuat kita bertemu, di teriknya
matahari kita berbicang-bicang hingga bayangan menjadi lebih pekat. Keluarga,
kuliah dan semuanya kau ceritakan sampai memetik sebuah daun cinta yang sempat
aku sadari. Mungkin kita terlalu jaim, sampai lupa rasa itu ada pahitnya, manis
di awal namun pahit menyelimuti akhirnya. Setiap panggilan yang menyerukan
namaku di pagi, siang, sore hari, aku tak tahu kapan namaku betah kau panggil,
dan kaki kecilku menghampirimu. Tiada rasa lain selain nyaman di detik itu. Sungguh
betah yang hampa. Di waktu ini, tak akan ada nama yang akan kau panggil lagi,
aku tak tahu mengenai apa pun lagi. Kamu. Tak bisa lagi merangkai kata
menyerupai mu untuk hal yang selalu mereka keluhkan tentangmu. Kamu. Begitu sulit
ku lihat. Hanya sebatas rindu dan sayang, dia menyelimuti ruang sunyimu.
kepadamu.. untukmu.. malam yang aku kenal misterius hingga detik ini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar